Breaking Fast 2024: Attended by the Director General of EBTKE – Ministry of Energy and Mineral Resources

Left to right: Harris (Head of BBSP KEBTKE ESDM), Haendra Subekti (Deputy Chairman for Nuclear Safety Assesment BAPETEN), Surat Indrijarso, Prof. Eniya Listiani Dewi (Director General of EBTKE ESDM), Bob S. Effendi (COO of PT ThorCon Power Indonesia), Djoko Siswanto (Secretary General of DEN)

The recent ThorCon iftar (breaking fast) received a significant boost with the attendance of the newly inaugurated Director General of EBTKE, Prof. Eniya Listiani. Just a week into her new role, Prof. Listiani chose to grace the event despite invitations from numerous other companies. This is a strong signal of her commitment to advancing nuclear energy in Indonesia.

Prof. Listiani’s presence, alongside Secretary General of DEN, Joko Siswanto, and Deputy for Nuclear Safety Assessment, BAPETEN, Haendra Subekti, signifies a powerful coming together of key decision-makers. These three figures play critical roles in shaping Indonesia’s energy landscape, particularly regarding the inclusion of nuclear power in the national energy mix and the successful implementation of the country’s first nuclear power plant. Their presence at the same table underscores a unified front in moving Indonesia’s nuclear ambitions forward.

Acara buka puasa bersama ThorCon baru-baru ini mendapatkan dorongan yang signifikan dengan kehadiran Direktur Jenderal EBTKE yang baru saja dilantik, Prof. Baru seminggu menjabat, Prof. Listiani memilih untuk menghadiri acara tersebut meskipun ada undangan dari banyak perusahaan lain. Hal ini merupakan sinyal kuat dari komitmennya untuk memajukan energi nuklir di Indonesia.

Kehadiran Prof. Listiani, bersama dengan Sekretaris Jenderal DEN, Joko Siswanto, dan Deputi Bidang Pengkajian Keselamatan Nuklir BAPETEN, Haendra Subekti, menandakan adanya pertemuan yang kuat antara para pengambil keputusan utama. Ketiga tokoh ini memainkan peran penting dalam membentuk lanskap energi Indonesia, terutama terkait dengan masuknya tenaga nuklir dalam bauran energi nasional dan keberhasilan implementasi PLTN pertama di Indonesia. Kehadiran mereka di meja yang sama menggarisbawahi kesatuan dalam memajukan ambisi nuklir Indonesia.

RELATED POST