Thorcon Jajaki Kerja Sama Pengadaan Thorium dengan Timah

Bob Sulaeman Effendi, Chief Representative Thorcon International.(Foto/Dunia-Energi/Yurika P)

DUNIAENERGI.COM – JAKARTA – Thorcon International Pte, Ltd., perusahaan yang didirikan beberapa pakar nuklir dan kemaritiman yang bergerak dalam bidang pembangkit listrik tenaga nuklir, akan mengkaji kerja sama dengan PT Timah Tbk terkait pengadaan thorium untuk bahan bakar pembangkit listrik tenaga thorium (PLTT).

Bob Sulaeman Effendi, Chief Representative Thorcon International, mengatakan Thorcon merupakan produsen listrik swasta (Independent Power Producer/IPP) yang telah menyatakan keseriusan kepada pemerintah untuk melakukan investasi sebesar US$ 1,2 miliar atau sekitar Rp17 Triliun untuk membangun pembangkit thorium di Indonesia.

“Kami kaji untuk lokasi PLTT. Ada tiga wilayah, yaitu Kalimantan Barat, Bangka Belitung, dan Riau. Kami juga sedang kaji untuk pengadaan thorium oleh PT Timah,” kata Bob di Jakarta, Rabu (17/7).

Sumber daya thorium di Bangka-Belitung diestimasikan sebesar 170 ribu ton, cukup untuk pengoperasian 170 unit pembangkit listrik berbasis thorium. Selain Bangka Belitung, reaktor ditemukan tersebar di daerah seperti Singkep, Mamuju, dan Papua.

Saat ini sudah ada pilot plant di Bangka milik Timah untuk pemisahan logam tanah jarang dari unsur uranium dan thorium. Logam tanah jarang itu sendiri berasal dari pasir monasit yang merupakan hasil sampingan dari penambangan bijih timah. Timah sangat berkepentingan dalam industri pengembangan mineral monasit sebagai produk penambangannya.

Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) juga telah mengembangkan sarana penelitian dan pengembangan untuk penguasaan teknologi proses logam tanah jarang yang didesain oleh Pusat Teknologi Bahan Galian Nuklir (PTBGN). Pilot plant tersebut diberi nama Pilot Plant Pemisahan Uranium, Torium, dan Logam Tanah Jarang dari Monasit (PLUTHO).

Saat ini pemerintah Indonesia telah memberikan perhatian khusus terhadap perkembangan logam tanah jarang dan menjadikannya sebagai salah satu program prioritas nasional yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN). “PLTT nantinya akan berkapasitas 500 megawatt (MW). Kebutuhan thoriumnya 200 ton,” tandas Bob.(RA)

Leave a Comment

Your email address will not be published.